Menunggu (2): Nyanyian Sopir
Kegiatan menunggu yang menurut sebagian orang dianggap menyebalkan, membosankan bisa menjadi hal yang menyenangkan jika dijalani dengan senang hati. Itu yang kuperhatikan dari kegiatan para sopir antar jemput di sekolah anak-anakku saat menunggu jam pulang sekolah.
Setiap hari, mereka yang jumlahnya sekitar 15 orang, selalu duduk bergerombol di ‘halte’ sekolah, bertukar cerita, bercanda, dan… bernyanyi. Mereka tidak asal bernyanyi. Mereka bernyanyi dengan riang gembira, sesekali diisi dengan ungkapan-ungkapan canda. Sebagian dari mereka memang berasal dari Tapanuli yang terkenal suka menyanyi, istilah untuk mereka ‘grup Batak’. Dengan modal sebuah gitar, mereka menyanyikan lagu-lagu daerah dengan volume yang cukup keras. Beberapa sopir pribadi ikut nimbrung jika lagunya cocok. Yang hebatnya lagi, mereka bernyanyi bagai kelompok paduan suara. Suara dipecah menjadi sopran, tenor, dan bas. Kalau sudah begitu, rasanya kegiatan menunggu akan selalu menyenangkan bagi para Bapak itu.