Menunggu (1): Perkawanan Lewat Hobi
Menunggu, menurut sebagian orang membosankan, membuang waktu. Saat menunggu, orang cenderung tidak melakukan apa pun, apalagi jika seorang diri. Misalnya, menunggu di ruang periksa dokter atau di rumah sakit, menunggu di kantor kelurahan, menunggu bis, menunggu anak di sekolah, atau di tempat les…
Dua kegiatan menunggu yang terakhir itu yang setahun terakhir ini sering kulakukan. Hampir setiap hari. Awalnya memang membosankan. Serasa rugi, terbayang ada pekerjaan di rumah yang bisa diselesaikan. Di samping itu, belum banyak ibu yang kukenal.
Kuperhatikan, para ibu yang menunggu anak-anaknya menjalani waktu dengan berbagai kegiatan. Kebanyakan memang hanya mengobrol ngalor-ngidul. Pokok pembicaraan biasanya berkisar tentang anak dengan segala kebiasaannya, cara guru mengajar, pelajaran di sekolah yang menyulitkan anak, informasi tempat bimbingan belajar, atau kejadian-kejadian khusus di sekolah. Kegiatan lain adalah berdagang. Bermacam barang ditawarkan: pakaian, sprei, kue kering buatan sendiri, wadah plastik aneka jenis, sampai kosmetik dan aksesoris khas perempuan. Arisan juga menjadi pilihan kegiatan mengisi waktu menunggu anak, dari yang Rp.5000-an sampai yang satu juta-an tersedia, tinggal pilih asal sesuai kemampuan.
Yang agak beda, ada beberapa ibu yang mengerjakan hobinya di sekolah. Tentu saja hobi yang peralatannya memungkinkan untuk dibawa-bawa. Menyulam dan merenda, dua jenis hobi yang biasa dikerjakan disela waktu menunggu. Dari kegiatan ini, para ibu yang punya hobi sama atau yang tertarik untuk belajar bisa saling bertukar cerita atau informasi seputar hobi kewanitaan lainnya, seperti bertukar resep masakan, atau teknik-teknik pengerjaan yang belum dimiliki. Lebih jauh lagi, mereka saling berkunjung untuk melihat hasil karya, belajar teknik pengerjaan secara langsung, atau belajar mengerjakan jenis hobi lainnya, semisal pathcwork, memasang payet, menjahit, dan sebagainya. Beberapa ajakan untuk pergi ke toko atau pasar yang menjual peralatan hobi, bahan masakan tertentu, atau menjual kain-kain murah sudah ada, tinggal mencari waktu yang tepat untuk melaksanakannya.
Dari hobi, mereka juga mendapat tambahan pemasukan. Jika ada ibu yang malas membuat sendiri, dia bisa memesan untuk dibuatkan. Bahan bisa dari pemesan, tetapi juga bisa sistem borongan.
Berkawan lewat hobi yang didapat dari aktivitas menunggu anak di sekolah cukup menyenangkan. Dengan begitu, kegiatan menunggu jadi lebih meringankan.