PINDAH (1):Penyesuaian Diri

Pindah. Itu aktivitas yang bisa dan biasa dialami setiap orang. Yang sering menjadikannya tidak biasa adalah ketika orang sudah sangat terikat pada tempat yang lama. Bukan hanya tempat, tapi juga benda, manusia-manusia yang ada di tempat lama itu. Itulah yang kami alami.

Kami sekeluarga pindah rumah, pindah kota. Hal yang sudah dibicarakan, dipersiapkan beberapa bulan sebelumnya. Meski demikian, tetap saja hal itu menyisakan masalah: penyesuaian diri.

Anakku yang sulung, remaja kelas 8, hingga hari ini, setelah tiga minggu berada di tempat baru masih tampak tidak gembira. Ada saja keluhannya: air yang tidak sesuai dengan rambutnya, jerawat yang muncul di wajah, teman-teman yang terlalu serius, guru-guru yang membosankan, sekolah yang terlalu banyak aturan, pelajaran yang semakin sulit…

Keterikatannya dengan ‘peer group’-nya di kota yang lama memang wajar, juga kecenderungannya dalam memperhatikan penampilan, kemalasannya belajar. Semua khas remaja. Jadi kupikir tidak perlu khawatir berlebihan, mudah-mudahan dia cepat menemukan semangatnya kembali. Kami orang tuanya berusaha mengamati perubahan yang terjadi pada dirinya. Sejauh masih normal, rasanya, kami, terutama aku, tidak perlu resah.

Leave a Reply